Salib - Cukup atau Kurang - Kolose 1:24

Pertanyaan

Jika salib cukup bagi keselamatan kaum pilihan, lantas bagaimana mungkin kita dapat melengkapi apa yang masih kurang? Kolose 1:24

Jawaban

Kolose 1:24 Sekarang, aku bersukacita dalam penderitaanku demi kamu karena di dalam dagingku aku melengkapi apa yang kurang dalam penderitaan Kristus, demi tubuh-Nya, yaitu jemaat.

Kematian Kristus di atas kayu salib cukup bagi umat pilihanNya. Dia menyelesaikan pekerjaan bagi domba-dombaNya, gerejaNya (Yohanes 17:4). "Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan" (Ibr. 10:14). "Sudah selesai" (Yohanes 19:30). Lagipula, di bagian lain Paulus menegaskan ketercukupan total dari Salib (Rom. 3:21-26; 2 Kor. 5:17-21). Jadi, Paulus tidak berkontradiksi dengan apa yang dia sampaikan di bagian lainnya. Dia bukannya mengatakan bahwa salib itu kurang! Ketercukupan dari penebusan tidak sedang dipertanyakan.

Namun gereja dipanggil untuk menderita bagi Kristus! The church however is called to suffer for Christ! Tetapi bukan sebagai sebuah pekerjaan penebusan; sebaliknya hal ini adalah atribut yang diharapkan dalam perluasan Kerajaan Allah. Paulus berkata:

2 Korintus 4:7-12 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.

2 Timotius 3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.

Tesalonika 3:2-4 Lalu kami mengirim Timotius, saudara yang bekerja dengan kami untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus, untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu, supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu. Sebab, juga waktu kami bersama-sama dengan kamu, telah kami katakan kepada kamu, bahwa kita akan mengalami kesusahan. Dan hal itu, seperti kamu tahu, telah terjadi.

Orang Kristen yang menderita adalah tema dalam seluruh Alkitab (Rom. 8:18; 2 Kor. 1:7; 2 Tim. 2:12; 1 Pet. 2:20; 4:13; Wah. 2:10, etc.). Paulus menderita bagi gereja (Ef. 3:13; 2 Tim. 2:10). Dalam satu sisi, penderitaan gereja adalah penderitaan Kristus (Kis 9:4).

Paulus mampu bermegah hanya dalam salib (Gal. 6:14). Namun, musuh-musuh Kristus tidak puas! Mereka membenci Kristus sehingga mereka membenci yang membawa namaNya. Yesus sendiri memperingatkan kita akan kebencian mereka (Mat. 10:25; Yoh. 15:18-21; Kis. 9:4-5). Kristus tidak lagi berada di muka bumi secara jasmani, namun gerejaNya (tubuhNya) ada, dan tubuhNya (Dia) menderita. Ini merupakan sebuah cara yang saya percayai sebagai penderitaan kita melengkapi apa yang kurang di dalam Kristus.

Ada cara lain dimana nats Firman ini mungkin dapat dipahami. Cara ini melengkapi yang pertama. Sekali lagi, dengan pandangan bahwa salib cukup bagi kaum pilihan, kita melihat bahwa Kristus mati dan bangkit kembali. Kristus menderita (Yes. 53). Namun, hal ini masih perlu dikumandangkan kepada dunia (Mat. 28:18-20). Kristus tidak lagi dapat menyampaikan Injil secara jasmani, namun gerejaNya mampu dan harus. Kita, gerejaNya, dipanggil untuk mempersembahkan penderitaan Kristus kepada dunia. "Akan tetapi, kamu akan menerima kuasa ketika Roh Kudus telah datang kepadamu dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, dan sampai ke bagian bumi paling ujung." (Kis 1:8; bdg. Yes. 62:11).

Untuk penjelasan lebih banyak tentang hal ini silakan baca Begging for Bread.

Jawaban oleh Dr. Joseph R. Nally, Jr.

Dr. Joseph R. Nally, Jr., D.D., M.Div. is the Theological Editor at Third Millennium Ministries (Thirdmill).