Apakah sudah ada hujan sebelum air bah Nuh?

Pertanyaan

Apakah sudah ada hujan sebelum air bah Nuh?

Jawaban

Terima kasih atas pertanyaan anda. Alkitab tidak secara khusus menjawab pertanyaan ini. Kedua kubu dari isu ini mendapat dukungan dari teolog yang baik. Beberapa akademisi berkata bahwa memang sudah hujan sebelum Air Bah, yang lainnya mengatakan tidak.

Saya, namun belum tentu semua di IIIM, percaya bahwa benar sudah turun hujan sebelum Air Bah. Mengapa? Mari kita telaah beberapa bagian Firman:

Kejadian 2:5-6

Ada yang beranggapan bahwa kabut (Kej 2:5-6) dan sungai (Kej 2:10-14) mengairi seluruh bumi, oleh karenanya sama sekali tidak perlu hujan sebelum Air Bah. Namun, sekalipun ini mungkin sebuah anggapan yang sah dan terjadi selama beberapa saat, perhatikan bahwa Kejadian 2:5-6 berkata bahwa Allah belum menurunkan hujan. Ini baru terjadi pada Hari ke 3 dalam Penciptaan (Gen 1:11-13). “Belum ada tunas-tunas muda dan tumbuh-tumbuhan berbiji di bumi” dikarenakan DUA ALASAN:

• (1) karena Tuhan Allah belum mendatangkan hujan atas tanah

• (2) dan tidak ada manusia [Ibrani: adam] untuk mengelola tanah

Hal ini mengimplikasikan bahwa Allah akan menumbuhkan tunas-tunas muda dan tumbuhan di Padang ketika ada hujan dan paling tidak satu manusia untuk menggarap tanah. Saya pribadi percaya bahwa Allah telah menaburkan “benih” dari tunas-tunas dan tetumbuhan saat penciptaan (Kej 1:11, 12, 29, 30), tapi tanah perlu digarap agar mereka dapat tumbuh.

Dalam Kejadian 2:15, pada Hari ke 6 (Kej 1:26-28, 31) kita perhatikan bahwa Allah menciptakan Adam (Ibrani: adam) untuk menggarap tanah (Ibrani: adamah bdg. Kain nantinya dalam Kej 4:2, 12, dll.). Jadi, hujan adalah satu-satunya syarat yang belum dipenuhi sebelum Allah mengijinkan tunas dan tumbuhan di ladang tumbuh.

Dalam kutukan yang disampaikan di Kejadian 3:14-19, Roh Kudus (2 Tim 3:16-17; 2 Pet 1:21) menyertakan frasa, "tumbuh-tumbuhan di padang" (Kej. 3:18). "Tumbuh-tumbuhan di padang" dalam Kejadian 3:18 adalah frasa Ibrani "eseb sadeh." Frasa yang persis sama digunakan di Kejadian 2:5. Sehingga, karena kita dapat berasumsi bahwa Adam mengerti apa yang dimaksud dengan “tumbuh-tumbuhan di padang” (kalau tidak kutukan tersebut sama sekali tidak berarti baginya) dan bahwa tumbuh-tumbuhan ini hanya akan tumbuh setelah mulai hujan dan Allah sudah menciptakan adam (Adam) untuk menggarap adamah (tanah, Kej. 2:15), maka saya rasa sangat mungkin telah turun hujan sebelum Kejatuhan dan Air Bah.

Hujan sebelum Kejatuhan sangat mungkin terjadi (Maz. 104:13-15; Ams. 3:19-20). Kata Ibrani 'ed (biasanya diterjemahkan sebagai “aliran” atau “kabut” di Kejadian 2:6) memiliki makna “titik-titik hujan” di Ayub 36:27, dimana kata ini diasosiasikan dengan hujan (Ayub 36:28-30), sehingga jelas sangat mungkin bahwa 'ed memiliki makna yang sama di Kejadian 2:6, dimana di sinipun kata ini juga diasosiasikan dengan hujan (Kej. 2:5) - Dr. Mark Futato, "Karena Hujan Telah Turun" di bawah ini. [1] Air menguap dari samudera dan sumber air lainnya (air “naik”) dan awan, yang terdiri dari kabut, memberikan kita hujan. Jadi, hujan terbentuk dan kemudian tercurah dari awan (yang terbentuk dari “kabut,” Ibrani: 'ed). Berarti, lebih dari sekadar mungkin, sesungguhnya Kejadian 2:5-6 sedang memberitahukan kita tentang awal dari siklus hidrologis hujan (Pkh. 1:7), yang mana di dalam urutan ciptaan baru dimulai setelah Adam diciptakan (Kej. 2:15).

Ibrani 11:7

Yang lainnya menekankan bahwa Ibrani 11:7 mengimplikasikan bahwa “hujan” tidak pernah (Ibarni: matar, Kej. 2:5) turun ke bumi sampai masa Air Bah. Namun, jika belum hujan sampai saat Air Bah, lantas bagaimana Nuh mengerti apa yang Allah sedang bicarakan? Jika belum pernah hujan sebelumnya, kita dapat mengharapkan pertanyaan seperti, “Tuhan, Engkau menyebut hujan kepada Adam juga, tapi apa itu hujan?” Bagaimana yang lainnya dapat memahami kotbah Nuh (1 Pet 3:19-20; 1 Pet 4:6; 2 Pet 2:5)? Walaupun Allah dan Nuh bisa saja terlibat dalam percakapan lain tentang Air Bah yang tidak dicatat dalam Alkitab, sangatlah tidak mungkin jika semua definisi penting ini tidak dimasukkan dalam Alkitab, jika Nuh dan mereka yang mendengarkan kotbahnya belum pernah melihat hujan sebelumnya. Sekali lagi, siklus hujan mungkin mulai terjadi pada Hari ke 6 bersamaan dengan penciptaan Adam, atau tidak lama sesudahnya.

Argumentasi Pola Cuaca Stabil

Beberapa berasumsi bahwa pola cuaca tetap stabil sampai Air Bah terjadi. Namun kita tidak melihat fakta ini - yaitu stabilitas setelah Kejatuhan dan sebelum Air Bah - dalam Alkitab. Bahkan sesungguhnya, kita justru melihat sebaliknya. Kutukan di Kejadian 3 melibatkan tanah ("terkutuklah tanah karena engkau," Kej. 3:17). "Debu" tanah - yang dihasilkan tanpa air - disebutkan tiga kali dalam kutukan (satu kali terhadap ular di Kej. 3:14, dan dua kali terhadap Adam di Kej. 3:19). Hal ini mengimplikasikan bahwa bagian dari kutukan ini melibatkan fakta bahwa sumber air mula-mula sepertinya sudah mulai kering. Masih ada sekitar 2300 tahun sampai masa Air Bah Nuh. Air tentunya masih dibutuhkan. Jadi, “tingkap-tingkap langit” (Kej. 7:11; 8:2; bdg. 2 Raj. 7:2, 19; Mal 3:10) sangat mungkin terbuka “entah bagaimana,” jika bukan sebelum Kejatuhan, berarti segera sesudahnya, agar siklus hidrologis dapat mengairi bumi. Berarti, sekali lagi lebih dari sekadar mungkin bahwa sudah ada hujan sebelum Air Bah.

Argumentasi Teori Kanopi

Satu lagi teori terakhir untuk spekulasi bahwa tidak ada hujan sampai Air Bah melibatkan Teori Kanopi yang banyak diperdebatkan. Para cendekiawan ini mengatakan bahwa ada sekumpulan air seperti kanopi di atas atmosfer (Kej. 1:6-8) sampai kejadian pada zaman Nuh, dan pas saat itulah kanopi tersebut menghilang. Sebagian lagi lebih jauh mengatakan bahwa manusia berumur panjang sebelum Kanopi menghilang (baca Kej. 5), namun setelah itu jauh lebih pendek. Oleh karenanya, Kanopi melindungi manusia dari umur pendek.

Awalnya, teori ini terdengar mungkin terjadi. Namun, setelah Air Bah, manusia masih hidup cukup panjang (Kej. 11:10-32). Kebanyakan masih menganggap 500 tahun (Kej. 11:11), 430 tahun (Kej. 11:17), dan 403 tahun (Kej. 11:13, 15), dll. sebagai usia yang cukup panjang. Selama dua belas generasi setelah Air Bah, umur manusia tetap lebih panjang dari masa kini.

Lagipula, Teori Kanopi sendiri tidak diterima oleh kebanyakan cendekiawan saat ini. Sesungguhnya teori ini adalah sains semu; karena tidak dapat dipertahankan. Teori ini memiliki banyak masalah alkitabiah dan secara sains (tekanan, panas, cahaya, sinar ultraviolet, dan masalah nukleasi, dll.). Saya akan menyampaikan hanya dua masalah alkitabiah (masih ada banyak lainnya):

• (1) Mazmur 148:4-6 ditulis setelah Air Bah. Bagian ini menyingkapkan bahwa “air yang di atas langit” sesungguhnya masih berada di sana. Jadi, “tingkap-tingkap langit” masih ada pada saat ini (2 Raj. 7:2, 19; Mal. 3:10).

• (2) Kejadian 8:2 menyebutkan bahwa dua sumber air dihentikan dan ditahan, bukan berarti mereka menghilang. Jadi, Kanopi masih ada dan kelihatannya tidak berpengaruh pada rentang hidup manusia, yang ditentukan oleh Allah, bukan suatu kanopi penuh hujan (Ibr. 9:27).

Kesimpulan

Jadi, "berdasarkan implikasi" kita dapat berasumsi bahwa orang-orang pada periode Antediluvian (era Pra-Air Bah) setidaknya memahami apa itu “hujan” (matar, [Kej. 2:5], (namun bukan “hujan lebat,” geshem [Kej. 7:12; 8:2] dari Air Bah karena ini adalah peristiwa yang hanya satu kali terjadi) sebelum air bah universal melanda seisi bumi. Lebih dari sekadar mungkin hujan telah mulai turun sebelum Kejatuhan, karena dengan demikianlah kutukan dapat lebih dimengerti oleh Adam. Jika memperkirakan ada hujan sebelum Air Bah, maka pelangi (salah satu dari tanda perjanjian kovenan Allah) bisa saja ditahan oleh kedaulatan Allah sampai setelah Air Bah. Saat ini saya tinggal di Florida dan dulunya di Inggris. Sering turun hujan di ke dua tempat ini, namun dalam kedaulatan Allah bahkan masa sekarangpun tidak ada pelangi setelah hujan badai.

Walaupun saya sudah menyampaikan semua ini, tetap saat ini saya tidak akan menganggap posisi manapun tentang hal ini sebagai dogma.

Catatan:

[1] Dr. Futato adalah salah seorang profesor seminari favorit saya. Beliau membuat bahasa Ibrani mudah - lebih mudah - diikuti dan dipahami. Terima kasih Mark. Namun tetap dengan hormat saya tidak menyetujui pandangnnya tentang Kerangka Ciptaan.

Related Topics:

Because it Had Rained, Part 1

Because it Had Rained, Part 2

A Universal or Regional Flood?

Noah, Baptism, and Hell - 1 Peter 3:18-22

Why did the Ark require pitch?

The Ark and the Temple?

Did man eat meat before the Fall and the Flood?

Baptism in 1 Corinthians 10:1-2?

Jawaban oleh Dr. Joseph R. Nally, Jr.

Dr. Joseph R. Nally, Jr., D.D., M.Div. is the Theological Editor at Third Millennium Ministries (Thirdmill).