Apakah semua manusia pada akhirnya akan diselamatkan? (Bukankah pilihan Allah tidak adil?)

Pertanyaan

Apakah semua umat manusia pada akhirnya akan diselamatkan (Bukankah konsep pilihan tidak adil?)

Jawaban

Tidak. Hanya kaum pilihanlah yang akan diselamatkan dan yang lainnya akan hilang selamanya. Sebagaimana yang Yesus katakan, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya” (Mat. 7:13-14).

Hal ini dapat menjadi hal yang sulit dipahami oleh sebagian orang. Jadi, jawaban ini akan diberikan dalam bentuk sederhana untuk pemahaman dasar dengan rujukan Firman.

Pertama, seseorang harus sadar bahwa Allah bukan hanya 100% kasih (Yoh. 3:16), namun juga 100% hakim (Yoh. 3:18). Allah kudus adanya. Dengan demikian, Dia tidak dapat menyangkal naturNya sehingga Dia harus menghakimi dosa yang mana seluruh manusia telah ikut terlibat (Rom. 3:23). Dialah Sang HAKIM (Maz. 9:7; 50:3-6; 96:13; Lukas 12:2-5; Kis. 10:42; 2 Pet. 2:4-9; Wah. 20:11-15) dan Dia menghakimi dengan benar (Kej. 18:25).

Kedua, Allah adalah Raja atas KerajaanNya (Maz. 29:10; 103:19; Wah.19:16). Dia Berdaulat (Yes. 45:9; Dan. 4:28-37; Rom.9:20-21). Dengan demikian, Dia memerintah KerajaanNya menurut peraturan dan naturNya. KerajaanNyalah yang pada akhirnya akan tinggal tetap. Ketiga, pilihan Allah ialah doktrin alkitabiah (Ef. 1:4-5, 11, dll.) dari Kerajaan Allah. Inilah satu-satunya pintu untuk masuk KerajaanNya (Yoh. 10:1-18). Hanya kaum pilihanlah yang akan mendengar suara Sang Gembala Agung dan mengikuti suaraNya (Yoh. 10:3-8, 14, 16).

Bagaimana cara kerjanya?

Allah menciptakan manusia dalam gambar dan rupaNya (Kej. 1:27). Adam dan Hawa, dua ciptaan pilihan, diperintahkan untuk beranak-cucu dan bertambah banyak (Kej. 1:28). Oleh karenanya, kita memahami bahwa alam semesta dirancang bagi mereka yang diciptakan dalam gambar dan rupa Allah. Memang diperuntukkan bagi “benih” kaum pilihan. Baca Matius 13:24-30. Sekalipun saat ini kita hidup dalam masa jeda dimana kita masih belum melihat kondisi segala sesuatu sepenuhnya direalisasikan, pada akhirnya nanti, saat penyempurnaan segala sesuatu, langit dan bumi yang baru hanya akan dihuni oleh kaum pilihan (Wah. 21). Rencana Allah di Kejadian 1 pada akhirnya nanti akan sepenuhnya direalisasikan – hanya kaum pilihanlah yang akan memenuhi bumi.

Namun, ada jeda yang ditempatkan dalam rencana Allah. Adam dan Hawa jatuh dalam dosa (Kej. 3:1-6). Ketika mereka jatuh, Hawapun menjadi ibu dari SEMUA kehidupan (Kej. 3:20). Dia akan melahirkan “benih” perempuan dan “benih” si ular (Kej. 3:15; 4:1-2, dll.). Benih kaum pilihan dan yang bukan pilihan akan berasal dari Hawa. Di dalam kandungan, lalang akan bercampur dengan gandum (Mat. 13:24-30). Pada akhirnya nanti, mereka akan dipisahkan, namun sepanjang masa jeda, mereka akan tetap hidup berdampingan.

Mengapa ada jeda? Satu alasan bagi jeda sementara ini ialah agar anak-anak Allah – mereka yang Dia panggil di dalam Adam dan Hawa sebelum Kejatuhan – dapat memahami kasihNya atas mereka dengan lebih utuh. Adam dan Hawa tahu “akan” kasih Allah, namun belum sepenuhnya “mengalami”nya. Apa cara terbesar untuk mengalami kasih Allah? Alkitab berkata, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”(Yoh. 15:13). Allah berkata untuk mengalami kasihNya dengan lebih utuh seseorang HARUS MATI! Oleh karenanya, agar kaum pilihan Allah dapat sepenuhnya mengalami kasihNya, Kristus harus mati. Namun, Kristus tidak dapat mati tanpa kehadiran dosa. Oleh karenanya, dalam rencana Allah, Allah mengizinkan dosa sebagai sebuah kemungkinan, sekalipun bukanlah perancangnya.

Alasan lainnya (dan masih banyak lagi) untuk jeda sementara ini, ialah agar Allah dapat membinasakan iblis dan benihnya (1 Yoh. 3:18), sehingga menyingkapkan natur Allah yang kudus secara lebih utuh. Sebagaimana yang Kristus katakan, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran” (Yoh. 8:44). Pada akhirnya nanti Allah akan dianggap adil dalam setiap tindakan yang diambilNya (Rom. 1:32-2:11), termasuk penghukuman kekalNya atas iblis dan benihnya (yang tidak dipilih). Yang bukan pilihan adalah musuh Allah. Mereka pengacau bumi Allah. Mereka penyerbu yang memperlagakan kerajaan mereka dengan kerajaan Allah (Mat. 12:26; Yoh. 12:31; 14:30; 16:11; 2 Kor. 4:4; Ef. 6:11-12). Sebagai musuh, mereka dibenci oleh Allah (Rom. 9:10-13). Dengan demikian, mereka telah dihakimi (Yoh. 3:18, 36). Dengan demikian, mereka pantas dihukum (Rat. 3:39; Yer. 21:14; Yud. 1:5-16). Mereka layak menerima murka kekal Allah (Ul. 32:39-41; Zef. 2:3; Rom. 1:18). Mereka pantas dibinasakan (Nah. 1:2-8; Zef. 1:2-6; 3:6-10) untuk selamanya.

Namun, selama masih di bumi, Allah bukannya gagal menunjukkan kasihNya pada seluruh manusia karena Dia menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik (Mat. 5:45; Kis. 14:17 serta wujud Anugerah Umum lainnya). Ada banyak kekayaan dari kebaikan ilahi yang memberikan isyarat kepada semua manusia untuk memercayakan jiwa mereka pada Sang Pencipta yang setia (Rom. 2:4). Allah berbelas kasihan terhadap semuanya (anugerah umum) – terutama kaum pilihan (1 Tim. 4:10). Berarti, semuanya tidak dapat berdalih (Rom. 1:20). Namun, walaupun Allah murah hati dan mengasihi serta memberikan anugerah saat tidak seharusnya menerima, nantinya Allah akan pada akhirnya dan sepenuhnya menghukum musuh-musuhnya (Wah. 20:7-15 penyempurnaan penghakiman). Yesus sudah menang atas mereka di atas Salib (Kol. 2:15 penjelmaan penghakiman). Dia yang berjalan menurut keinginannya sendiri dan tidak menaati injil Kristus “akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya (2 Tes. 1:8-9). Murka Allah beralasan dan pasti terhadap musuh-musuhNya yang tidak dipilih, “benih” si ular. Keadilan Allah kudus dan pasti. “Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.” (Ibr. 10:31).

Dosa kaum pilihan harus dihadapi juga. Allah tidak dapat menyangkal naturNya yang kudus. (Mz. 5:5; 7:11; Rom. 1:18) dan demikianlah murkaNya atas dosa mereka harus dipuaskan. Oleh karenanya, dalam rencana Allah, murka Allah dicurahkan atas Kristus di atas Salib (1 Pet. 2:24; 3:18) bagi kaum pilihan. Kristus ialah pengganti kaum pilihan yang tidak berdosa (2 Kor. 5:21; Gal. 3:13). Kristuslah penanggung beban kaum pilihan (Rom. 3:34; 5:6, 8; 1 Yoh. 4:10). Kristus menanggung penderitaan kekal bagi umat kepunyaanNya dalam rentang masa yang singkat di atas Salib (Yes. 53). Kristus menderita neraka di atas Salib – bagi Gereja Nya (Ef. 5:25), dombaNya (Yoh. 10:11, 15), mereka yang Allah telah berikan kepada Nya (Yoh. 17:9, 11, 24; Ibr. 2:13) sejak dari semula (Ef. 1:3-14).

“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. (Yes. 55:6-7).

Jadi Allah bukannya tidak adil. Allah dengan tepat melewati benih si ular dan dengan aktif mengeraskan hati mereka (Mat. 13:11-17; bdg. Mat. 11:20-24; Firaun – baca Rom. 9:17-18; bdg. Kel. 7:3-4, 13, 22; 8:19; 9:12; 10:20, 27, dll.). Dia menyerahkan mereka kepada pemimpin mereka sendiri (Yoh. 8:44), kepada hawa nafsu mereka sendiri, dll. Pilihan hanyalah bagi benih perempuan – benih Kristus. Pilihan bukanlah tidak adil, melainkan sebuah pertunjukan akan Allah yang mengasihi dalam belas kasihan dan anugerah!

Jawaban oleh Dr. Joseph R. Nally, Jr.

Dr. Joseph R. Nally, Jr., D.D., M.Div. is the Theological Editor at Third Millennium Ministries (Thirdmill).

Q&A