Pendeta Wanita

Pertanyaan

Apakah wanita dapat menjadi pendeta?

Jawaban

Sesuai yang saya pahami dari Alkitab, wanita tidak seharusnya menjadi pendeta. Pemahaman ini didasarkan atas 1 Timotius 2-3 dimana Paulus melandaskan argumentasinya pada tatanan penciptaan bahwasanya wanita tidak sepatutnya ditahbiskan sebagai penatua. Secara khusus, Paulus menentang pentahbisan wanita berdasarkan bahwa Adam diciptakan sebelum Hawa, dan Hawalah yang ditipu (1 Tim. 2:12-14).

Saya yakin Paulus bukan sedang menyarankan bahwa wanita tidak mampu belajar sebaik pria, atau pria tidak akan dikelabui atau disesatkan dalam pembelajaran mereka. Namun hal ini lebih mengacu atas kepatutan di mata Allah. Allah telah menetapkan sebuah ordo dalam ciptaan, dan gereja seharusnya menghormati dan mengikuti ordo tersebut. Dikarenakan tatanan penciptaan tidak berubah, maka pengaplikasian bahwa wanita tidak dapat ditahbiskan juga tidak berubah.

Saya percaya Alkitab menegaskan partisipasi wanita dalam ibadah gereja (mis. 1 Kor. 11:5 mengasumsikan wanita dapat berdoa dan bernubuat di gereja), dan juga tidak melarang wanita untuk mengajar, sepanjang berada di dalam otoritas pria (mis. di Kis. 18:26 Priskila mengajar Apolos).

Jawaban oleh Ra McLaughlin

Ra McLaughlin is Vice President of Finance and Administration at Third Millennium Ministries.