Allah mengirim roh jahat? 1 Samuel 16:14

Pertanyaan

Bagaimana bisa Allah yang kudus dan tidak dapat berdosa atau berada dalam kegelapan (1 Yoh 1:5) mengirim roh jahat kepada Saul (1 Sam 16:14)?

Jawaban

1 Samuel 16:14 Roh TUHAN berpaling dari Saul, dan roh jahat dari TUHAN menyiksanya.

1 Samuel 18:10 Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Allah itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah, sedang Daud main kecapi seperti sehari-hari. Adapun Saul ada tombak di tangannya.

1 Samuel 19:9 Tetapi roh jahat yang dari pada TUHAN hinggap pada Saul, ketika ia duduk di rumahnya, dengan tombaknya di tangannya; dan Daud sedang main kecapi. Pertama, istilah “jahat” tidak selalu berarti jahat dalam tatanan moral absolut, namun sebagaimana dalam kasus ini, artinya adalah sesuatu yang mengganggu dan menyusahkan.

Kedua, manusia tanpa Kristus adalah rusak sepenuhnya – mati dalam pelanggaran dan dosa (Ef. 2:1). Kalau bukan karena anugrah Allah, setiap manusia memiliki kemampuan menjadi raja yang jahat seperti Ahab atau Hitler berikutnya, dll. Allah dalam kemurahanNya menahan banyak kemungkinan kejahatan sehingga sama sekali tidak sampai sepenuhnya muncul (Rom. 2:4; 3:26). Kita menemukan ini dalam Alkitab di Kejadian 11:1-9. Untuk menghindari terbentuknya satu kerajaan dunia di bawah Nimrod, Tuhan memecah-belah manusia menjadi berbagai bangsa, suku, dan bahasa. Terlebih lagi kita juga temukan di Ayub 2:1-6, dimana Iblis tidak diijinkan membunuh Ayub, dkk. Yudas dan Saul kelihatannya berada dalam situasi yang sama, dimana Allah melepas bendunganNya, sehingga kedok mereka terbongkar dan memperlihatkan siapa mereka sesungguhnya di akhir hidupnya.

Allah sepenuhnya berdaulat. Tidak ada satu hal pun yang dapat terjadi tanpa ijinNya. Ketika Allah tidak lagi menahan/membendung maka hal buruk pun terjadi (1 Raja-raja 22:22; Hak. 9:23) – seperti roh jahat yang menyebabkan beban berat bagi mereka yang menolak dia (Mengapa Saul ditolak Allah? dan Allah menyesal mengangkat Saul sebagai raja Israel?).

Lagipula, dalam kekudusanNya Allah menghakimi dosa – sebagaimana Dia menghakimi bahkan sejak jaman Nuh (Kej. 6 ff). Penghakiman Allah atas dosa muncul dalam banyak wujud. Semua wujud ini tidak menjadikan Día tidak kudus, namun justru menyatakan kekudusanNya yang sempurna melalui penghakiman ilahi.

Kamus Perumpamaan Alkitab (The Dictionary of Biblical Imagery) mencatat beberapa komentar menarik:

Setan sebagai Masalah Politis, Emosional dan Psikologis.

Sebagaimana setan berada di balik masalah fisik/jasmani, roh jahat juga dipandang sebagai agen dari masalah emosional. Setan ikut intervensi dalam kancah politik internasional Persia, Israel dan Yunani (Dan 10:13; 10:20; 12:1). Intrik politik lokal, seperti permusuhan antara Abimelekh dan para penguasa Sikhem juga mengindikasikan pekerjaan roh jahat dari Allah (Hak 9:23). Di balik tindak-tanduk Raja Saul yang paranoid (terus ketakutan) bersembunyi roh jahat dari TUHAN (1 Sam 16:1423; 18:10; 19:9). Ramalan menyimpang dari nabi raja dijelaskan sebagai pekerjaan roh dusta dari penghuni langit yang berdiri di hadapan Tuhan (1 Raja-raja 22:22). Injil Matius menyandingkan kecemburuan dengan penjabaran mata yang jahat, yang dipahami oleh semua orang Mediterranean sebagai rujukan si jahat (Mat 20:15, bdg. 6:23). Istilah yang dipakai bagi semua yang jahat ini menunjukkan bahwa orang jaman dulu melihat di balik mereka ada setan, yang adalah agen si jahat dalam dunia yang telah jatuh dalam dosa.

Ryken, L., Wilhoit, J., Longman, T., Duriez, C., Penney, D., & Reid, D. G. (2000). Dictionary of Biblical Imagery (electronic ed.) (203). Downers Grove, IL: InterVarsity Press.

Jawaban oleh Dr. Joseph R. Nally, Jr.

Dr. Joseph R. Nally, Jr., D.D., M.Div. is the Theological Editor at Third Millennium Ministries (Thirdmill).