Apakah Rut dan Naomi Lesbian?

Pertanyaan

Sebuah pasangan lesbian yang saya kenal berpendirian bahwa hubungan mereka alkitabiah karena didasarkan pada penggunaan kata “berpaut” dalam Rut 1:14 dan Kejadian 2. Apakah lesbianisme alkitabiah?

Jawaban

Terima kasih atas pertanyaan anda. Lesbianisme dikutuk dalam Alkitab (Rom 1:26-27; bdg. Im 18:3 - Sifra [sebuah komentari kerabian kuno tentang kitab Imamat] menerjemahkan bagian ini dengan termasuk bahwa perempuan tidak dapat menikah dengan perempuan lain). Rasul Paulus juga dengan jelas menyampaikan di Roma 1 bahwa hubungan seks sesama jenis, termasuk hubungan lesbian, adalah durhaka, jahat, sia-sia, bodoh, najis, hina, rusak, keji, tidak wajar, penuh hawa nafsu, yang merupakan hasil dari pikiran-pikiran yang terkutuk (Rom 1:21-28). Allah tidak menganggap hubungan-hubungan semacam itu sebagai sebuah “keluarga” alkitabiah, melainkan kesatuan yang berdosa (1 Kor 6:16).

Ayat-ayat Terkait

Kejadian 2:24 Karena itu, laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya, lalu bersatu (berpaut) dengan istrinya sehingga mereka akan menjadi satu daging.

Rut 1:14 Mereka terus menangis tersedu-sedu. Lalu, Orpa mencium mertuanya, tetapi Rut memegang erat (berpaut) kepadanya.

Klaim Palsu Komunitas LGBT

Pertama, mari kita melihat sekilas argumentasi kaum LGBT. Komunitas LGBT menyatakan bahwa kata Ibrani yang sama (dabaq, artinya "berpaut") digunakan dalam Kejadian 2:24 untuk menjabarkan hubungan Adam dan Hawa, juga digunakan dalam Rut 1:14 untuk menjelaskan hubungan antara Rut dan Naomi. Mereka menyampaikan bahwa Rut dan Naomi adalah “satu daging” sama seperti Adam dan Hawa. Oleh karenanya, hubungan lesbian adalah alkitabiah.

Argumentasi ini tidak logis. Hanya karena ada orang yang menjadi “satu daging” tidak lantas membuat sebuah relasi menjadi alkitabiah, sebagaimana halnya mereka yang bersatu dengan pelacur yang juga disatukan menjadi “satu daging” (1 Kor 6:16). Alkitab tidak mendukung kesatuan seperti ini. Terlebih lagi, hanya karena kata-kata yang sama ditemukan dalam Alkitab bukan berarti otomatis ada korelasi langsung di antara kata-kata tersebut. Mis: Ada dua Adam utama yang disebut dalam Alkitab: (1) Adam pertama yang berdosa dalam Taman (Kej 3) dan (2) Adam kedua dan terakhir – manusia Yesus Kristus (1 Kor 15:45, 47; bdg. Rom 5:12-21). Lantas apakah kita seharusnya langsung mengartikan bahwa karena ada dua individu yang bernama Adam maka keduanya berdosa? Sekalipun kedua bagian ini saling terkait, sama sekali tidak ada korelasi langsung satu dengan yang lainnya, karena Yesus tidak pernah berdosa (Ibr 4:15, dll.). Komunitas LGBT menerapkan isogesis, bukan exegesis alkitabiah yang tepat.

Konteks Ayat-ayat Terkait

Kedua, konteks menentukan makna istilah dalam Alkitab. Walaupun kata Ibrani dabaq digunakan dalam kedua ayat tersebut, konteksnya berbeda. Kejadian 2:24 berbicara tentang perjanjian pernikahan pertama. Rut 1:14 berbicara tentang perjanjian keluarga. Kedua ayat ini tidaklah memiliki korespendensi langsung antara satu dengan yang lainnya. Naomi memutuskan kembali pulang ke Yudea (Rut 1:6-7) dan dalam perjalanan dia membebaskan kedua menantu perempuannya Orpa dan Rut dari kewajiban moral apapun untuk menemani dia (Rut 1:8-13). Namun Rut tetap tinggal (memegang erat) kepadanya dan menemani dia ke Yudea (Rut 1:14-17). Kata Ibrani dabaq sering digunakan dalam Alkitab dengan tanpa maksud erotis (Ul 11:22; 28:21; 30:20; 2 Raja-raja 5:27; Mz 22:15; Yeh 3:26, dll.). Istilah yang sama (diterjemakan sebagai "tetaplah dekat") bahkan digunakan dalam Rut 2:8, 21, 23. Tidak satupun dari penggunaan tersebut yang merupakan ajakan untuk membentuk sebuah kesatuan perjanjian erotis baik dengan laki-laki maupun perempuan.

Orientasi Seksual Rut dan Naomi

Ketiga, jika kita melihat sekilas akan beberapa fakta tentang Kitab Rut, kita dapat melihat orientasi seksual Rut dan Naomi:

  • (1) Naomi adalah istri Elimelekh, dan punya dua anak: Mahlon and Kilyon (Rut 1:2).
  • (2) Rut adalah istri Mahlon, anak laki-laki Naomi (Rut 4:10).
  • (3) Rut dan Naomi adalah "keluarga." Perhatikan penggunaan kata “mertua perempuan,” “menantu perempuan” di sepanjang Kitab Rut (Rut 1:6, 7, 8, 11, 12, 13, 14-17, 22; 2:2, 11, 18, 19, 20, 22, 23; 3:1, 6, 16, 17, 18; 4:15).
  • (4) Naomi sudah tua ketika suami Rut meninggal dunia (Rut 1:12).
  • (5) Naomi mengharapkan Rut mencari suami pengganti dan membantu dia untuk melakukannya (Rut 1:13).
  • (6) Boas melihat Rut sebagai perempuan baik-baik (Rut 3:10-11).
  • (7) Rut menikah dengan Boas (Rut 4:13).
  • Jadi, Rut dan Naomi adalah “keluarga.” Satu-satunya orientasi seksual dan relasi yang dimiliki Rut dan Naomi yang ditunjukkan dalam Firman adalah dengan masing-masing suami mereka.

    Kita adalah Keluarga

    Keempat, apa yang sesungguhnya disampaikan oleh Rut dalam Rut 1:14-17 adalah - 'Kita ini keluarga' (baca #3 di atas). Engkau ibuku dan aku anak perempuanmu dan kerinduanku adalah tetap menjadi anak perempuanmu. Dimanapun engkau tinggal disanalah aku akan tinggal. Aku adalah bagian dari bangsamu. Allahmu adalah Allahku. Aku akan dikubur dimana engkau akan dikubur. ‘Kita ini keluarga.’

    'Kita ini keluarga'
    (Rut 1:6, 7, 8, 11, 12, 13, 22; 2:2, 11, 18, 19, 20, 22, 23; 3:1, 6, 16, 17, 18; 4:15) adalah esensi dari Rut 1:14-17, sedemikian rupa sampai Naomipun mencari cara untuk memenuhi kewajiban layaknya sebagai seorang ibu terhadap anak perempuannya. Mereka berdua bekerja sama untuk mendapatkan seorang suami – bukan istri ¬– bagi Rut. Ketika saatnya tiba, Boas menjalankan perannya sebagai sanak keluarga penebus (Ruth 4:8-10), sebuah peran yang dapat dia jalankan dikarenakan diapun adalah “keluarga” juga.

    Jadi, perjanjian yang Rut adakan dengan Naomi adalah antara anak perempuan dengan ibunya, bukan pasangan kekasih lesbian. Jelas, Rut dan Naomi bukanlah pasangan lesbian.

    Jawaban oleh Dr. Joseph R. Nally, Jr.

    Dr. Joseph R. Nally, Jr., D.D., M.Div. is the Theological Editor at Third Millennium Ministries (Thirdmill).