Apa arti Higayon dan Sela?

Pertanyaan

Apa arti Higayon dan Sela?

Jawaban

Baik Higayon maupun Sela, keduanya sering digunakan dalam Perjanjian Lama. Keduanya muncul bersamaan dalam Mazmur 9:16.

Arti dari kedua kata ini tidak pasti. Kita menemukan Higayon dalam perikop seperti Mazmur 9:16; 19:14; 42:3; Ratapan 3:63. Dalam bahasa Arab, akar dari kata ini memberikan suara yang dalam dan bergetar, sebagaimana halnya suara bergetar sebuah kecapi (Maz. 92:3). Ensiklopedia The International Standard Bible menyatakan bahwa kata ini mungkin muncul dari versi bahasa Yunani dari Mazmur 9:16 yang mengartikannya sebagai musik selingan. Mungkin juga kata ini dimaksud sebagai percakapan seorang diri (soliloquy) atau perenungan pribadi (meditation), misalnya tentang penghakiman Allah (Maz. 9:16), perkataan dan pekerjaan Allah (Maz. 19:14), dan kasih saying serta kesetiaan Allah (Maz. 92:2-3).

Dalam kitab Septuaginta, Sela diterjemahkan sebagai daplasma (artinya divisi). Kata ini muncul juga di Habakuk 3:3, 9, 13 dan 71 kali dalam kitab Mazmur. Kata ini digunakan dalam 39 dari 150 mazmur. Dari 39 mazmur tersebut, 31 di antaranya adalah yang diserahkan kepada “pemimpin Biduan.” Jadi, rehat dan perenungan memang mungkin adalah ide yang mendominasi makna kata ini. Sebagai tambahan, kata ini mungkin juga berarti untuk mengangkat (Ibrani, salal), atau dalam beberapa definisi, artinya sebuah pengulangan, akhir dari sebuah bait, atau sebuah simfoni yang berulang.

Dalam kotbahnya berjudul “HIGAYON!” tentang Mazmur 9:16, Archibald G. Brown, pada tanggal 17 Agustus, 1873, di East London Tabernacle menyampaikan hal ini:

Ketika pemazmur menuliskan ayat ini dan tiba pada perkataan ‘orang fasik terjerat dalam perbuatan tangannya sendiri’, sepertinya saat itu dia dilingkupi oleh kengerian atas pikiran tersebut, sehingga harus mengakhiri kalimat itu dan menuliskan kata ‘Higayon!’ seakan hendak mengatakan, ‘O jiwaku, renungkanlah kebenaran agung yang telah tanganku tuliskan ini, dan kiranya semua yang ikut membaca juga ikut merenungkannya.’ Lantas setelah ‘Higayon’ dia menyematkan ‘Sela’. Dia ingin pada saat itu ada rehat sejenak. O betapa aku juga mengharapkan dapat menikmati momen untuk rehat sejenak dalam pertemuan kita malam ini. Dapatkah kita juga memiliki sebuah Sela, sebuah Higayon! Hai teman, mampukah? Hal ini kuberikan kepadamu. ‘Tuhan dikenal oleh penghukuman yang Dia jalankan; sementara orang fasik akan terjerat dalam perbuatan tangannya sendiri!’

Mari kita renungkan hal ini sejenak. Kiranya ada Higayon yang khidmat dan kiranya setiap hati mengajukan pertanyaan ini kepada dirinya sendiri, ‘Bagaimanakah aku bersikap berkaitan dengan kebenaran agung ini?’

Jawaban oleh Dr. Joseph R. Nally, Jr.

Dr. Joseph R. Nally, Jr., D.D., M.Div. is the Theological Editor at Third Millennium Ministries (Thirdmill).

Q&A