Kutipan Kaum Puritan tentang Pengujian Diri

Pertanyaan

Terima kasih untuk kutipan kaum Puritan tentang keselamatan. Dapatkah anda memberikan beberapa kutipan kaum Puritan tentang pengujian diri?

Jawaban

Saya senang anda menikmati kutipan-kutipan kaum Puritan tentang keselamatan. Berikut ini beberapa kutipan mengenai pengujian diri yang telah saya nikmati:

MARTIN DAY - Memang ada banyak hal yang bergerak, namun gerakan mereka tidak bisa menjadi argumentasi akan adanya kehidupan. Ketika ada angin bertiup, maka sebuah kincir angin akan bergerak, walupun bergerak lincah, tidak dapat dianggap sebagai makhluk hidup. Jelas tidak; dia hanya bergerak oleh karena penyebab eksternal, oleh karena adanya penemuan buatan. Demikian pulalah jika seorang manusia melihat manusia lainnya bergerak, dan bergerak cepat, dalam hal-hal yang dalam keberadaan hal tersebut memang adalah cara-cara Allah: misalnya anda akan melihatnya bergerak cepat saat mendengarkan kotbah sama seperti yang dilakukan orang yang lain; juga dengan cepat maju untuk melibatkan dirinya dan mengundang dirinya sebagai tamu di meja perjamuan Tuhan (ketika Allah belum mengundangNya) sama seperti yang lainnya. Pertanyaannya sekarang adalah, prinsip apa yang memampukan mereka untuk bekerja? Sekiranya ini adalah prinsip batiniah dalam hidup, meluap dari kasih yang tulus kepada Allah dan ketetapanNya, maka dapatlah dikatakan bahwa manusia memang berbagian dalam anugerah saat menjalani kehidupannya; namun jika ini sekadar angin yang berhembus - hanya “numpang lewat” sebagai status, hukum, bahaya, hukuman penalti, ikut-ikutan atau cuma tradisi - karena semua orang juga seperti itu; jika benar hal-hal inilah atau yang seperti inilah yang menarik orang tersebut untuk menguji diri, maka hal itu bukanlah sesuatu yang hidup: ini adalah hal yang murahan, palsu dan sebuah jasa pelayanan yang mati.

HENRY SMITH - Orang-orang kudus telah menjaga untuk melakukan sesi pengujian diri di rumah, dan menjadikan hati mereka pemimpin dari para juri, dan menguji diri mereka sendiri saat mereka menguji orang lain. Takut akan Tuhanlah yang berdiri di depan pintu jiwa mereka, untuk menguji setiap pemikiran sebelum hal itu menyeruak masuk, dan di depan pintu vivir mereka, untuk menguji setiap kata sebelum terlontar, dan dengan demikian mereka berhasil melarikan diri dari ribuan dosa yang sering kita kerjakan seakan-akan kita tidak punya pekerjaan lain.

PHILIP HENRY - Sebuah contoh:

1. Dapatkah aku memilih untuk melewati penderitaan yang terbesar daripada melakukan dosa yang terkecil?

2. Dapatkah aku merangkul Kristus dengan salibNya?

3. Dapatkah aku bekerja bagi Allah, sekalipun tidak menerima upah?

4. Dapatkah aku berenang melawan arus, tetap baik saat berada di waktu dan tempat yang buruk?

5. Dapatkah aku mencungkil mata kananku bagi Kristus dan memotong tangan kananku, dll?

Kutipan Puritan Lainnya:

Keselamatan

Pengujian Diri

Kemalangan

Ateisme

Providensi

Pemilihan

Referensi

Thomas, I. The Golden Treasury of Puritan Quotations (electronic ed.). Simpsonville SC: Christian Classics Foundation, 1996.

Jawaban oleh Dr. Joseph R. Nally, Jr.

Dr. Joseph R. Nally, Jr., D.D., M.Div. is the Theological Editor at Third Millennium Ministries (Thirdmill).