Bagaimana Yudas Mati Matius 27:5 dan Kisah Rasul 1:18

Pertanyaan

Apakah Yudas mati dengan menggantung diri atau jatuh ke tanah? (Matius 27:5, Kisah Para Rasul 1:18)

Jawaban

Matius 27:5 Maka Yudas melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

Kis. 1:18 Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.

Jika Alkitab benar (dan memang benar), maka ke dua peristiwa ini menggambarkan kejadian yang sama secara tepat. Sekalipun kita tidak tahu semua detilnya, ada banyak cara untuk menyandingkan kedua bagian ini.

Opsi 1: Fase Pembusukan, Pembengkakan

Bunuh diri Yudas terjadi pada hari perayaan dan minggu setelahnya adalah minggu kudus. Berarti, setelah Yudas menggantung dirinya (Mat. 27:5) bisa saja jasadnya ditinggal cukup lama sehingga proses pembusukan mulai.

Seorang detektif polisi yang menyelidiki kasus pembunuhan, dapat memberikan kita pencerahan tentang jasad yang sudah mulai membusuk. Singkatnya, begitu jantung berhenti berdetak, darah mulai berkumpul di bagian yang paling bergantung (livor mortis), jasad menjadi kaku (rigor mortis), dan mulai mendingin (algor mortis). Proses pembusukan berlangsung dalam tahap-tahap ini: (1) segar, (2) bengkak, (3) membusuk aktif, (4) kelanjutan atau pasca-busuk, dan (5) sisa kering. Pembusukan mulai terjadi ketika bakteri mulai mengurai jaringan tubuh dan mengeluarkan gas. Khususnya, di tahap pembengkakan, gas berkumpul di usus dan perut.

Berati, tergantung kecepatan pembusukannya (yang dipercepat oleh panas), Yudas bisa saja menggantung diri, lalu meledak dan terbelah saat tahap pembengkakan ketika masih tergantung.

Opsi 2: Jasad Jatuh dalam Keadaan Tertusuk

Jika kita bersikukuh bahwa jasad Yudas disingkirkan dari posisinya sebelum tahap 2 dari pembusukan (Ul 21:23; Bil. 19:13; Im. 7:20-21), mungkinkah Yudas tertusuk saat jatuh, setelah menggantung diri? Misalnya, beberapa orang Yahudi bisa saja telah mengambil jasadnya yang sudah tergantung dan melemparkannya ke lembah Hinnom (sebuah tradisi) dan isi perutnya terburai keluar. Atau, tali yang Yudas pakai mungkin rapuh dan ketika dia menggantung dirinya, tali itu putus dan dia tertusuk pada bagian tubuhnya di bawah.

Jadi, Yudas menggantung diri dan dengan beberapa cara, dia jatuh atau dilempar ke bawah. Jadi opsi 1 dan 2 sama-sama mungkin, dan tidak satupun meluruhkan kemungkinan catatan Matius dan/atau Kisah Rasul. Kedua ayat ini saling melengkapi. Ini bukanlah skenario ini atau itu, tetapi kedua-duanya.

Opsi 3: Kata Kiasan

Cara alternatif untuk memahami ayat ini adalah dengan menyadari bahwa kata-kata Matius yang unik “pergi” dan “menggantung dirinya” ditemukan dalam kombinasi di bagian lain dalam LXX (Septuaginta):

2 Samuel 17:23 Ketika dilihat Ahitofel, bahwa nasihatnya tidak dipedulikan, dipasangnyalah pelana keledainya, lalu berangkatlah ia ke rumahnya, ke kotanya; ia mengatur urusan rumah tangganya, kemudian menggantung diri. Demikianlah ia mati, lalu ia dikuburkan dalam kuburan ayahnya.

Ada yang menginterpretasikan Mazmur 41:9 dengan mengganggap Ahitofel sebagai pengkhianat yang digambarkan Daud (2 Sam 15:31; 16:15-17:23). Mazmur 41:9 dipakai oleh Yesus bagi Yudas dalam Yohanes 13:18. Jadi, Matius mungkin menyinggung pada pengkhianat Ahitofel dalam bagian ini dan oleh karenanya bukan memberitahukan kita tentang cara kematiannya, namun bahwa Yudas menggenapi “jenis” Ahitofel; yaitu seorang pengkhianat yang mati.

Topik Terkait:

Apakah Yudas Mengikuti Perjamuan Kudus?

Bagaimana Kita Tahu Bahwa Yudas Benar Binasa?

Jawaban oleh Dr. Joseph R. Nally, Jr.

Dr. Joseph R. Nally, Jr., D.D., M.Div. is the Theological Editor at Third Millennium Ministries (Thirdmill).