Yesus dari Kesaksian

Pertanyaan

Bagaimana Anda menilai tentang pencarian Yesus yang historis di zaman modern?

Jawaban

Pencarian Yesus yang historis telah dilakukan oleh banyak pakar Injil sejak awal abad ke 19. Ini sebenarnya merupakan upaya untuk menyelidiki keempat kitab Injil. Saya rasa mereka menganggap keempat Injil ini bukan sumber yang dapat dipercaya sepenuhnya, atau setidaknya, merupakan sumber yang sudah diinterpretasikan. Memang ini ada benarnya. Penulis-penulis keempat kitab Injil masing-masing mempunyai pandangan sendiri tentang siapa Yesus, signifikansi Yesus, dan seterusnya, dan mereka tidak sekadar menuliskan catatan fakta-fakta sejarah. Mereka menginterpretasikan, memberi penjelasan, seperti yang dilakukan para sejarawan. Gagasan di balik pencarian ini, saya rasa, adalah karena sering kali orang ingin menyingkirkan interpretasi itu, dan kembali kepada fakta-fakta murni dari peristiwa-peristiwa dalam riwayat Yesus. Tetapi hasilnya, menurut saya, Anda akan mendapatkan interpretasi modern dari para sejarawan tentang Yesus. Kita tidak mungkin mempunyai hanya fakta-fakta murni, atau mungkin fakta-fakta murni yang bisa kita miliki tidak menarik. Hanya ketika kita memikirkan signifikansi fakta-fakta itu maka ini dapat menjadi sejarah dan menjadikannya menarik.
Saya berpendapat bahwa kita tidak perlu berusaha menyingkirkan interpretasi tentang Yesus yang kita miliki dalam keempat kitab Injil, sebaliknya kita harus mengakui bahwa ada tingkat interpretasi tentang Yesus yang benar-benar berasal dari para saksi mata itu sendiri, yang menyaksikan peristiwa-peristiwa dari sejarah Yesus, dan mereka sendiri juga terlibat dalam peristiwa-peristiwa tersebut. Bagaimana mungkin orang-orang zaman modern bisa beranggapan bahwa kesaksian dari seorang pengamat yang tidak berminat lebih dapat dipercaya ketimbang kesaksian orang-orang yang mengambil bagian dan terlibat dan terdampak oleh peristiwa-peristiwa itu? Pakar-pakar sejarah kuno biasanya berpikir justru sebaliknya, dan saya rasa pandangan mereka lebih benar, yaitu orang-orang dalam-lah yang sesungguhnya dapat menceritakan paling banyak kepada kita, dan menampilkan bukti-bukti yang paling menarik dan dapat dipercaya. Misalnya, jika Anda mengalami dampak besar dari suatu peristiwa, Anda akan jauh lebih ingat akan hal itu ketimbang jika Anda hanya seorang pengamat yang tidak terlibat secara khusus. Dan juga Anda akan merasakan signifikansi dari peristiwa-peristiwa yang terjadi itu ketika Anda mengalaminya sendiri. Jadi, saya rasa yang kita miliki dalam kitab-kitab Injil adalah Yesus dari kesaksian, yang saya maksud dengan frasa ini adalah Yesus sebagaimana dikisahkan oleh para saksi mata awal dari Yesus. Memang kita memiliki campuran dari fakta dan interpretasi, tetapi campuran fakta dan interpretasi yang kita miliki ini berasal dari orang-orang yang mengalami dan terlibat di dalam peristiwa-peristiwa itu. Jadi, menurut saya ini sebenarnya jauh lebih dapat dipercaya daripada pandangan sejarawan modern yang menyelidiki kitab-kitab Injil, dan kemudian menerapkan interpretasinya sendiri. Seandainya kita tidak memiliki interpretasi Markus — seandainya kita tidak memiliki interpretasi Petrus, yang menurut saya mendasari Injil Markus — maka kita memiliki interpretasi para sejarawan modern. Pemikiran bahwa kita seolah-olah bisa meninggalkan interpretasi adalah suatu kekeliruan.
Jadi, saya berpendapat pendekatan kita seharusnya bukan berusaha menyelidiki kitab-kitab Injil, tetapi mempelajari kisah-kisah yang kita miliki dalam kitab-kitab Injil. Dan tentu saja ada berbagai alasan dan berbagai bukti yang dapat kita kemukakan untuk mempercayai kitab-kitab Injil, menganggap kitab-kitab ini berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya. Tetapi pada akhirnya, kita memiliki cerita pengikut-pengikut Yesus yang mula-mula, orang-orang yang kehidupannya diubahkan oleh Yesus, orang-orang yang sangat dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa itu dan karena itu ingin menceritakannya kepada semua orang. Yang kita miliki adalah kesaksian orang-orang itu tentang peristiwa-peristiwa tersebut.

Jawaban olehDr. Richard J. Bauckham

Richard Bauckham (M.A., Ph.D. Cambridge; F.B.A.; F.R.S.E) adalah seorang cendekiawan ternama di bidang teologia, teologia historis dan Perjanjian Baru.